Halaqatuna Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
https://www.ejournal.umkla-ac-id.umkla.id/index.php/halaqatuna
<p><em>Halaqatuna: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam </em>diterbitkan oleh LPPM Universitas Mahasiswa Klaten adalah jurnal ilmiah yang memuat artikel hasil penelitian, kajian , dan inovasi di bidang pendidikan Islam dan Studi Islam. Jurnal <em>Halaqatuna: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam</em> mengundang para akademisi dan peneliti untuk menerbitkan hasil penelitian yang menunjukkan kebaruan, orisinalitas dan kontribusi terkini dengan scope <em>Concepts of Islamic Religious Education, Islamic Religious Education Curriculum, Islamic Religious Education Learning, Islamic Religious Education Evaluation, Philosophy of Islamic Religious Education, Interpretation of Educational Verses and Hadiths, Islamic Reform Movements and Thoughts, Islamic Intellectual History (Philosophy, Sufism, Kalam, Politics, and Manuscripts), Innovations and Reforms Islamic Dakwah, Psychology, and Media, New Trends and Issues in Muslim Society and Islamic World</em></p>Universitas Muhammadiyah Klatenen-USHalaqatuna Jurnal Pendidikan dan Studi Islam 3109-693XKonstruksi Fondasi Etika Muhammadiyah: Sebuah Kajian Meta-Analisis Kualitatif
https://www.ejournal.umkla-ac-id.umkla.id/index.php/halaqatuna/article/view/2122
<p><em>Penelitian ini bertujuan mengonstruksi fondasi etika Muhammadiyah melalui analisis sistematis terhadap perkembangan wacana tajdid, purifikasi, dinamisasi, dan ijtihad dalam publikasi ilmiah lima tahun terakhir (2020–2025). Berangkat dari premis bahwa etika Muhammadiyah tidak bersifat statis, penelitian ini memanfaatkan meta-sintesis kualitatif untuk menelaah dua puluh artikel ber-DOI terverifikasi dari jurnal nasional dan internasional. Melalui pendekatan ini, penelitian mengintegrasikan temuan lintas disiplin—teologi, pemikiran Islam, pendidikan, hukum Islam, dan studi sosial—untuk memetakan bagaimana empat konsep utama Muhammadiyah bekerja sebagai struktur etika yang saling terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tajdid berperan sebagai kerangka integratif yang mempersatukan purifikasi dan dinamisasi. Purifikasi tidak lagi dipahami secara sempit sebagai pemurnian ritual, tetapi bergeser menjadi penyucian orientasi moral yang menekankan nilai tauhid, akhlak, keadilan sosial, dan integritas kemanusiaan. Dinamisasi tampil sebagai wujud praksis dari nilai tersebut melalui inovasi di bidang pendidikan, dakwah, tata kelola kelembagaan, dan respon terhadap isu-isu kontemporer. Sementara itu, ijtihad dan manhaj tarjih berfungsi sebagai instrumen metodologis yang menavigasi hubungan antara teks dan konteks, memastikan bahwa respons etis Muhammadiyah tetap adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan tantangan sosial modern. Kesimpulannya, fondasi etika Muhammadiyah dewasa ini terbangun sebagai etika tajdid berkemajuan—suatu etika yang menggabungkan kemurnian nilai dengan keberpihakan sosial secara harmonis. Keunggulan penelitian ini terletak pada pemetaan konseptual komprehensif berbasis literatur mutakhir, sementara keterbatasannya terletak pada ruang lingkup analisis yang hanya mencakup artikel ber-DOI dan tidak memasukkan data lapangan. Penelitian lanjutan direkomendasikan untuk menggabungkan pendekatan empiris dan komparatif guna memperkaya pemahaman etis Muhammadiyah di tingkat praksis.</em></p>Riki PurnomoKatni
Copyright (c) 2025 Halaqatuna Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
2025-12-312025-12-3112475810.61902/halaqatuna.v1i2.2122Implementasi Nilai-Nilai Sidik, Amanah, Tablig, dan Fatanah dalam Pembentukan Karakter Guru Muslim: Studi Kasus Di SDN 1 Banyuripan
https://www.ejournal.umkla-ac-id.umkla.id/index.php/halaqatuna/article/view/2120
<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan pentingnya implementasi nilai sidik, amanah, tablig, dan fatanah di SDN 1 Banyuripan untuk membentuk karakter seorang guru muslim dalam menjadi contoh atau teladan bagi peserta didiknya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan teori Prophetic Values atau Nilai-Nilai Kenabian, yakni sifat yang melekat pada para nabi, terutama Nabi Muhammad saw. Dalam pandangan Hamdani Bakran Adz-Dzakiey, Prophetic Values dipahami sebagai potensi atau kapasitas untuk berinteraksi dan beradaptasi, sekaligus kemampuan memahami serta memetik hikmah dari kehidupan yang meliputi aspek spiritual dan fisik, lahir dan batin, serta dimensi dunia dan akhirat, dengan tetap berlandaskan bimbingan Allah Swt. melalui nurani. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai sidik, amanah, tablig, dan Fatanah di SDN 1 Banyuripan sangat penting untuk membentuk karakter bagi seorang guru muslim karena dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan, membentuk adab peserta didik, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat. Nilai sidik membantu guru menjadi contoh yang baik bagi siswa dalam kejujuran, nilai amanah membantu guru menjadi orang yang dapat dipercaya, nilai tablig membantu guru menjadi penyebar dalam kebaikan, dan nilai Fatanah membantu guru menjadi orang yang cerdas dan bijak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi nilai sidik, amanah, tablig, dan Fatanah di SDN 1 Banyuripan sangat penting bagi seorang guru muslim untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan membentuk karakter peserta didik yang baik. Oleh karena itu, guru muslim harus berusaha untuk mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kegiatan proses belajar mengajar di kelas</em></p>Nazzun Annisa AyuningrumMuh. Fatahillah SuparmanSri Suwarti
Copyright (c) 2025 Halaqatuna Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
2025-12-312025-12-3112596810.61902/halaqatuna.v1i2.2120Kajian Literatur Penyesuaian Cara dan Gaya Belajar Siswa di Sekolah Islam
https://www.ejournal.umkla-ac-id.umkla.id/index.php/halaqatuna/article/view/2146
<p><em>Penelitian ini bertujuan menganalisis penyesuaian gaya belajar dan cara belajar siswa dalam konteks pendidikan Islam melalui kajian literatur yang disusun secara sistematis. Pemilihan topik didasarkan pada kebutuhan sekolah Islam untuk menerapkan pembelajaran yang efektif, adaptif, dan selaras dengan nilai tarbiyah serta ta’dīb yang menekankan integrasi aspek kognitif, akhlak, dan spiritual. Penelusuran literatur dilakukan melalui Google Scholar, DOAJ, ScienceDirect, dan Garuda dengan kata kunci yang berkaitan dengan gaya belajar, pedagogik diferensiasi, dan pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesesuaian gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik dengan strategi pengajaran berpengaruh pada motivasi, keterlibatan, dan peningkatan hasil belajar, termasuk pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Temuan juga mengindikasikan adanya tantangan yang masih dihadapi sekolah Islam, seperti keterbatasan media pembelajaran, kurangnya pelatihan diferensiasi pedagogik, serta dominannya metode ceramah. Namun, integrasi pendekatan visual melalui media sejarah Islam, aktivitas auditori seperti muraja’ah, serta praktik kinestetik berupa ibadah terbimbing terbukti mendukung efektivitas pembelajaran. Kajian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran adaptif berbasis gaya belajar merupakan strategi penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam yang holistik, relevan, dan berpusat pada kebutuhan individual peserta didik.</em></p>Datik RahmawatiMuh. Fatahillah SuparmanYatmo Yatmo
Copyright (c) 2025 Halaqatuna Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
2025-12-312025-12-3112697810.61902/halaqatuna.v1i2.2146Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Motivasi dan Hasil Belajar pada Siswa
https://www.ejournal.umkla-ac-id.umkla.id/index.php/halaqatuna/article/view/2130
<div><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional terhadap motivasi dan hasil belajar pada siswa. Dalam dunia pendidikan, kecerdasan emosional (EQ) dipandang sebagai faktor penting yang mempengaruhi perkembangan akademik siswa. Kecerdasan emosional yang tinggi dapat membantu siswa untuk mengelola perasaan, membangun hubungan yang sehat, dan memotivasi diri sendiri dalam mencapai tujuan akademik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional, </em><em>dengan analisis data menggunakan teknik statistik untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif terhadap motivasi dan hasil belajar siswa, dengan tingkat hubungan yang signifikan. Pengaruh kecerdasan emosional juga tampak jelas pada pencapaian hasil belajar. Siswa yang mampu mengatur emosinya dapat berkonsentrasi lebih baik, sehingga proses memahami materi menjadi lebih efektif. Ketika menghadapi hambatan dalam belajar, mereka tidak mudah frustrasi, melainkan mencoba mencari cara lain untuk mengatasinya. Hal ini membentuk ketahanan akademik yang sangat dibutuhkan dalam proses belajar jangka panjang. Selain itu, kecerdasan emosional membuat siswa lebih mudah bekerja sama dengan teman sekelasnya. Mereka bisa berkomunikasi secara efektif, menghargai pendapat orang lain, dan menyelesaikan konflik dengan baik. Kemampuan ini membantu mereka sukses dalam pembelajaran kooperatif dan tugas kelompok yang kini banyak digunakan dalam kurikulum modern</em></div>Daryanto DaryantoNanda AlimasdarMuh. Fatahillah Suparman
Copyright (c) 2025 Halaqatuna Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
2025-12-312025-12-3112798510.61902/halaqatuna.v1i2.2130Proses Kognitif dan Berpikir Kritis dalam Islam
https://www.ejournal.umkla-ac-id.umkla.id/index.php/halaqatuna/article/view/2136
<p><em>Penelitian ini bertujuan mengkaji peran proses kognitif dan keterampilan berpikir kritis dalam perspektif Islam serta implikasinya bagi pengembangan pendidikan Islam di Indonesia. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi literatur melalui penelaahan jurnal ilmiah, buku akademik, dan dokumen penelitian yang relevan dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam memposisikan akal sebagai instrumen utama dalam memahami wahyu, yang tercermin melalui perintah tafakkur, tadabbur, dan ta‘aqqul. Integrasi antara akal dan wahyu menjadi fondasi epistemologis dalam wacana islamisasi ilmu pengetahuan serta pembaruan kurikulum pendidikan Islam, khususnya pada pesantren dan Lembaga pendidikan formal. Berpikir kritis yang mencakup kemampuan analitis dan metakognitif dipandang sebagai elemen penting dalam membentuk pemahaman keagamaan yang mendalam, moderat, dan kontekstual. Selain itu, praktik tabayyun ditegaskan sebagai bentuk penerapan berpikir kritis dalam menyikapi derasnya arus informasi. Dengan demikian, pendidikan Islam di Indonesia perlu secara terencana mengintegrasikan pengembangan keterampilan berpikir kritis dan reflektif ke dalam kurikulum agar mampu melahirkan generasi Muslim yang rasional, humanis, serta adaptif terhadap dinamika zaman.</em></p>Kurniasih Hari UtamiAzhari Latif Rahman HakimMuh. Fatahillah Suparman
Copyright (c) 2025 Halaqatuna Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
2025-12-312025-12-3112869210.61902/halaqatuna.v1i2.2136