Gambaran Kepatuhan Minum Obat pada Lansia yang Mengalami Hipertensi di Integrasi Layanan Primer (ILP) Desa Temuireng
Abstract
Latar Belakang: Hipertensi adalah tekanan darah yang abnormal terjadi saat kondisi tekanan darah sistolik dan diastolik meningkat yang bisa diderita oleh berbagai usia, terutama yang paling rentan adalah usia lanjut, peningkatan tekanan darah dalam jangka waktu yang panjang dapat merusak pembuluh darah di organ jantung, ginjal, otak, mata, dan dapat mengakibatkan stroke, infark miokard, gagal ginjal. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Kepatuhan Minum Obat Pada Lansia Yang Mengalami Hipertensi Di Integrasi Layanan Primer (ILP) Desa Temuireng. Metode Penelitian : Desain penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan sejumlah 60 lansia yang mengalami hipertensi diambil dengan teknik purposive sampling. Hasil : Karakteristik responden paling banyak berusia 60-70 tahun, mayoritas berjenis kelamin perempuan sejumlah 48 responden (80%), tidak sekolah sejumlah 39 responden (65%), IRT sejumlah 31 responden (51,7%), lama menderita hipertensi >5 tahun sejumlah 50 responden (83,3%), status menikah sejumlah 46 responden (76,7%), berdasarkan gambaran kepatuhan minum obat hipertensi responden paling banyak tidak patuh sejumlah 47 responden (78,3%). Kesimpulan : Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kepatuhan minum obat pada lansia yang mengalami hipertensi di Integrasi Layanan Primer (ILP) Desa Temuireng sebagian besar tidak patuh sejumlah 47 responden (78,3%).







