Konstruksi Fondasi Etika Muhammadiyah: Sebuah Kajian Meta-Analisis Kualitatif

  • Riki Purnomo Studi Islam Doktor, Universitas Ahmad Dahlan
  • Katni Pendidikan Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Keywords: Tajdid, Purifikasi, Dinamisasi, Ijtihad, Etika Muhammadiyah

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengonstruksi fondasi etika Muhammadiyah melalui analisis sistematis terhadap perkembangan wacana tajdid, purifikasi, dinamisasi, dan ijtihad dalam publikasi ilmiah lima tahun terakhir (2020–2025). Berangkat dari premis bahwa etika Muhammadiyah tidak bersifat statis, penelitian ini memanfaatkan meta-sintesis kualitatif untuk menelaah dua puluh artikel ber-DOI terverifikasi dari jurnal nasional dan internasional. Melalui pendekatan ini, penelitian mengintegrasikan temuan lintas disiplin—teologi, pemikiran Islam, pendidikan, hukum Islam, dan studi sosial—untuk memetakan bagaimana empat konsep utama Muhammadiyah bekerja sebagai struktur etika yang saling terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tajdid berperan sebagai kerangka integratif yang mempersatukan purifikasi dan dinamisasi. Purifikasi tidak lagi dipahami secara sempit sebagai pemurnian ritual, tetapi bergeser menjadi penyucian orientasi moral yang menekankan nilai tauhid, akhlak, keadilan sosial, dan integritas kemanusiaan. Dinamisasi tampil sebagai wujud praksis dari nilai tersebut melalui inovasi di bidang pendidikan, dakwah, tata kelola kelembagaan, dan respon terhadap isu-isu kontemporer. Sementara itu, ijtihad dan manhaj tarjih berfungsi sebagai instrumen metodologis yang menavigasi hubungan antara teks dan konteks, memastikan bahwa respons etis Muhammadiyah tetap adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan tantangan sosial modern. Kesimpulannya, fondasi etika Muhammadiyah dewasa ini terbangun sebagai etika tajdid berkemajuan—suatu etika yang menggabungkan kemurnian nilai dengan keberpihakan sosial secara harmonis. Keunggulan penelitian ini terletak pada pemetaan konseptual komprehensif berbasis literatur mutakhir, sementara keterbatasannya terletak pada ruang lingkup analisis yang hanya mencakup artikel ber-DOI dan tidak memasukkan data lapangan. Penelitian lanjutan direkomendasikan untuk menggabungkan pendekatan empiris dan komparatif guna memperkaya pemahaman etis Muhammadiyah di tingkat praksis.

Published
2025-12-31
Section
Articles