Proses Kognitif dan Berpikir Kritis dalam Islam
Abstract
Penelitian ini bertujuan mengkaji peran proses kognitif dan keterampilan berpikir kritis dalam perspektif Islam serta implikasinya bagi pengembangan pendidikan Islam di Indonesia. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi literatur melalui penelaahan jurnal ilmiah, buku akademik, dan dokumen penelitian yang relevan dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam memposisikan akal sebagai instrumen utama dalam memahami wahyu, yang tercermin melalui perintah tafakkur, tadabbur, dan ta‘aqqul. Integrasi antara akal dan wahyu menjadi fondasi epistemologis dalam wacana islamisasi ilmu pengetahuan serta pembaruan kurikulum pendidikan Islam, khususnya pada pesantren dan Lembaga pendidikan formal. Berpikir kritis yang mencakup kemampuan analitis dan metakognitif dipandang sebagai elemen penting dalam membentuk pemahaman keagamaan yang mendalam, moderat, dan kontekstual. Selain itu, praktik tabayyun ditegaskan sebagai bentuk penerapan berpikir kritis dalam menyikapi derasnya arus informasi. Dengan demikian, pendidikan Islam di Indonesia perlu secara terencana mengintegrasikan pengembangan keterampilan berpikir kritis dan reflektif ke dalam kurikulum agar mampu melahirkan generasi Muslim yang rasional, humanis, serta adaptif terhadap dinamika zaman.






